NAMA dunia bahwa program nuklir bertujuan untuk perdamaian, Iran

NAMA            : Angga Triansyah

KELAS           : LA66

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

NIM                : 2101657700

MATKUL       : Filsafat         

 

Kebijakan Luar Negeri amerika serikat terhadap pengembangan
nuklir di Iran dan India

 

 

Pendahuluan

            pada masa pemerintahan Shah Mohammad
Reza Pahlevi, Iran memiliki energi nuklir sejak 1950-an dengan bantuan Amerika
Serikat dakam sebuah program reformasi dan modernisasi sosial dan ekonomi yang
bernama “White Revolution”  atau Revolusi Putih. Revolusi tersebut tentu
mendapatkan perlawanan dari gerakan oposisi oenantang Shah Reza Pahlevi yang
sangat kritis terhadap reformasi tersebut. Akan tetapi, Shah Reza Pahlevi di
lindungi oleh satuan polisis rahasia yang di bentuk oleh CIA (Central Intelligence Agency)   dari
Amerika Serikat dan Shah Reza Pahlevi sendiri yang bernama SAVAK ( Organization of Intelligence and National
Secuirty)  

Awal tujuan pengembangan program nuklir ini karena
untuk membuak pintu investasi Amerika Serikat di Iran dalam bidang Industris
Nuklir sipil perawatan kesehatan dan obat- obat. program pengembangan nuklir
ini mendapat dukungan dari negara Amerika serikat berupa program atom untuk
tujuan damai (U.S for Peace ),
pelaksanaan instalasi nuklir pertama di Iran bertujuan untuik riset nuklir
dengan kekuatan hanya lima megawatt yang di peroleh dari Amerika. kegiatan ini
mulai beroperasi pada tahun 1967 ketia didirikan nya pusat penelitian tenaga
nuklir Tehran atau Tehran Nuclear Research Center (TNRC ) dibawah pengawasan
oraganisasi energy atom iran atau Atomic
Energy Organization of Iran (AEOI)

            untuk mendapatkan
kepercayaan dunia bahwa program nuklir bertujuan untuk perdamaian, Iran
menandatangani non- proliferation (NTP)
yang intinya adalah untuk mencegah senjata nuklir dan teknologi senjata serta
mempromosikan penggunaan energy nuklir untuk tujuan perdamaian pada tahin 1968.
selain menandatangani NTP, Iran juga melakukan persepakatan untuk keamanan
pengembangan  nuklirnya dengan IAEA pada
tahun 1974 dan juga melengkapi protocol tambahan untuk perjanjian Safeguard nuklirnya

            Berbedaanya dengan negara Iran,
dimasa perang dingin, hubungan masyarakat Amerika bahwa India dianggap kurang
baik, di karenakan India lebih lebih memihak 
dan memilih untuk membeli persenjataannya dari Uni Sovietdan juga karena
ekonomi yang berkuasa pada saat itu  turun
bersifat Pseudo Socialist, akibatnya Amerika lebih condong kepada negara
Pakistan pada masa tersebut. namun saat Cina memulai pembangkitansebagai poros
kekuatan baru di dunia pada masa pemerintahan George W. Bush memutuskan bahwa
menarik India untuk lebih berpihak kepada Amerika Serikat agar upaya untuk
menahan agresi Cina.Presiden W. Bsuh kemudia menawarkan teknologi nuklir sipil,
akses untuk uranium yang merupakan Nuclear
Power Stasion fue. India kemudia terima dan setuju untuk menandatangani 123
perjanjian atau U. S – India Civil Nuclear Agreement yang menuai kontra dari
pihak oposisi dari dalam India sendiri ( Amital Etzoini, 2012). sebelumya
terpilihnyua perdana menteri India yang baru, Narenda Modi, banyak aktor
politik India menganggap bahwa Amerika sebagai sekutu Pakistan, kemudian
berubah pada awal pemerintah Narendra modi yang terlihat mencemaskan negara
Cina  yang mulai tumbuh sebagai poros
kekuatan baru di Asia dan oleh karena itu lebih terlihat Cooperative terhadap pemerintah Amerika Serikat.