HUBUNGAN ada saling mempengaruhi terhadap kinerja sistem itu sendiri.

HUBUNGAN ANTARA KOMPLEKSITAS
DAN SISTEM THINGKING

 

A. Pengertian Kompleksitas

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Kompleksitas
adalah sebuah perkembngan matematika yang lahir dari teori yang dikenal dengan
sebutan teori yang lahir dari teori yang dikenal dengan sebuah teori chaos,
sebuah teori yang melihat obyek sebagai sebuah sistem yang sangat tergantung
kepada kondisi awal sistem dan sangat sensitif terhadap perubahan yang mengganggunya.

 

B.        Pengertian Sistem Thingking

Sistem merupakan sekelompok
komponen yang bekerja bersama-sama untuk tujuan tetentu. Sistem
diklasifikasikan sebagai sistem ‘Terbuka’ (open)
dan sistem ‘Umpan Balik’ (feedback)
atau sistem ‘Tertutup’ (closed). Dalam
sistem Terbuka, kegiatan sebelumnya tidak mempengaruhi kegiatan selanjutnya.
Sebuah sistem terbuka tidak ada saling mempengaruhi terhadap kinerja sistem itu
sendiri. Sedangkan pada sistem tertutup kegiatan berikutnya dipengaruhi oleh
kegiatan sebelumnya. Sebuah sistem umpan balik memiliki struktur loop tertutup yang menggambarkan hasil
kejadian sebelumnya mengontrol/mempengaruhi kejadian berikutnya. Sistem umpan
balik dibagi menjadi umpan balik negatif dan umpan balik positif (Forrester,
1968).

Systems Thinking adalah sebuah sebuah konsep untuk memahami
permasalahan-permasalahan yang kompleks dan perubahan-perubahan yang terjadi
didalamnya. Systems Thinking mempunyai
3 dimensi, yaitu; paradigma, bahasa, dan metodologi. Syarat awal untuk memulai
systems thinking adalah adanya kesadaran untuk mengapresiasi dan memikirkan
suatu kejadian sebagai sebuah sistem (systemic
approach). Kejadian apapun, baik
fisik maupun non fisik, dipikirkan sebagai unjuk kerja atau dapat berkaitan
dengan unjuk kerja dan keseluruhan interaksi antar unsur dalam batas lingkungan
tertentu (Forrester, 1968).

 

C.        Hubungan antara Kompleksitas dan Sistem Thingking

Kompleksitas
sangat berhubungan sekali dengan sistem thingking karena  kompleksitas sangat membutuhkan sekali yang
namanya sistem thingking. Bahwa kompleksitas pada prinsipnya suatu keadaan antara keteraturan dan
kesemrawutan dimana merupakan ciri utama dalam sebuah sistem. Dan kompleksitas ini
sangat membantu sekali para pemimpin dimasa sekarang dan dimasa depan untuk mengetahui
perkembangan teknologi, globalisasi, dan perubahan budaya. Kompleksitas juga
penting sekali dipahami semua orang, karena kompleksitas itu sendiri adalah
kajian yang berhubungan antara segala seuatu maka terutama orang yang bekerja
sangat baik sekali memhami tentang kompleksitas agar bisa mengetahui atau
memprediksi masalah yang sedang terjadi.

Kompleksitas juga sangat berhubungan sekali dengan sistem
thingking dimana sistem thingking tersebut berperan penting pada kompleksitas
karena kompleksitas hanya bisa memprediksi masa sekarang dan masa yang akan
datang. Karena itu kompleksitas sangat berbuhubang sekali dengan sistem
thingking karena sistem thingking itu sendiri memahami-memahami terlebih dahulu
permasalahan yang ada dan mengetahui perubahan – perubahan apa saja yang sudah
terjadi didalamnya.

Kompleksitas ini sendiri hanya terhantung pada kondisi
awal sistem saja dan sensitif sekali terhadap perubahan maka dari itu sangat
diperlukan sekali yang namanya sistem thingking dimana sistem thingking itu
perlu adanya kesadaran untuk mengapresiasi dan memikirkan suatu kejadian
sebagai sebuah sistem.

Sistem thingking ini adalah sebuah
pendekatan teknis dalam mengelola kompleksitas agar mengetahui sebuah
perubahan. Pendekatan yang dilakukan oleh sistem thingking ini adalah pedekatan
yang dimana digunkan untuk memahami kegiatan alam semesta dan makhluk hidup
didalamnya. Sistem thingking ini juga sangat berkaitan dengan kompleksitas
dimana sistem thingking ini muncul untuk mengatasi kesulitan – kesulitan guna
menghadapi masalah – masalah yang terjadi dalam sistem kompleksitas tersebut.

Kompleksitas juga tidak berperan
besar dalam sains, tetapi kompleksitas juga sangat berperan dalam kehidupan
manusia. Kompleksitas ini sangat berkaitan sekali dengan sistem thingking
karena kompleksitas ini mampu mengelola dan mampu mengarahkan perubahan dunia
kearah yang lebih baik lagi dan dimana sistem thingking itu sendiri berperan
mengelola segala sumber daya yang ada sehingga tidak semerawut dan tidak ada
lagi yang tidak terkontrol sehingga menjadi teratur dan dapat mudah dikendalikan.

Kompleksitas dan sistem thingking
ini sangat berhubungan sekali karena semua hal yang terdapat disekitar kita
maupun kejadian yang ada didunia ini merupakan sebuah sistem yang saling
berkaitan dan beruhubungan satu dengan yang lainnya. Dimana dalam sistem
thingking itu sendiri terdapat banyak sekali unsur-unsur dan elemen – elemen
yang berkaitan satu dengan yang lain. Dimana elemen – elemen tersebut membentuk
suatu kegiatan atau prosuder – prosedur yang mengarah pada suatu kegiata untuk
mncapai tujuan bersama.

Dimana dalam sistem thingking ini
terdapat sebuah interaksi yang saling terkait dan saling bergantungan dalam
membentuk suatu kelompok yang kompleksitas. Sistem thingking ini sangat
berperan besar dalam mengatasi permaslahan – permasalahan yang ada dan dapat
diterpakan sebagai pengontrol dan menembangkan karakter seorang pemimpin.

Sistem thingkin ini sendiri memberi
gamabaran yang lebih akurat dan realitas kepada manusia agar dapat bekerja
semaksimal mungkin dan mencapai tujuan dan 
yang diingin kan. Hal ini lah yang mendorong manusia agar berpikir
tentang masalah – masalah yang mereka hadapi dan berpikir bagaiman solusi yang
tepat untuk memecahkan masalah – masalah yang mereka hadapi dan mengetahui
jalan keluarnya sehingga dapat berpikir jauh ke depan.

Sistem thingking ini juga dibangun
di atas dasar kompleksitas. Dengan memahami sistem thingking sama artinya
dengan membantu seseorang memahami lingkungan atau sumber daya dengan
menyeluruh dan spesifik. Maka perubahan – perubahan yang dapat dikendalikan
oleh seseorang. Dimana semakin kompleksitas dan dinamis makan dengan mudah pula
seseorang meng identifiksi dan mengedalikan sesuatu. Maka sisem thingking ini
memberikan sebuah pendekatan – pendekatan baru guna dalam menciptakan
perputaran transformasi.

Dalam sistem thingking, kompleksitas
ini merupakan syarat utama dalam mengetahui sebuah sistem pekerjaan. Dengan
memahami perubahan dunia yang sangat cepat ini kita memerlukan seorang pemimpin
yang dapat menggunakan sistem thingking untuk mengetahui atau menganalisa serta
menyelidiki perubahan – perubahan yang telah terjadi di dunia ini.

 

 

D.        Studi
Kasus

Sekarang banyak sekali perusahan –
perusshan yang tidak mengetahui perkembangan di masa sekarang. Maka dari itu
saya disini akan mengidentifikasi kasus – kasus yang terjadi pada sumber daya
alam dan manusia yang berhubungan dengan kompleksitas dan sistem thingking.

Dimana sekarang para pemimpin tidak
mengetahui perkebngan yang terjadi. Sehingga banyak sekali permaslahan –
permaslahan yang timbul di dalam perusahan. Guna mengetahui permaslahan –
permaslahan yang ada kita terleih dahulu mengunakan yang namanya kompleksitas
dimana kompleksitas itu sendiri melihat objeknya terlebih dahulu sebelum
dianalisa dan sistem thingking disini berguna untuk menganalisa dan memahami
permasalahan – permaslahan yang telah terjadi.

Dimana masa ini merupakan masa
memiliki perubahan yang sangat cepat dengan kompleksitas dinamika di dalamnya.
Sekarang perubahan pola pikir manusia semakin dinamis dan berkembang luas.
Dengan kondisi demikian, karekter pemimpin yang perlu dibentuk saat ini tidak
lagi sama dengan pola pikir pemimpin di masa – masa yang lalu. Pola pikir
pemipin saat ini harus dalam konteks ruang dan waktu saat ini. Dimana seseorang
tidak mau bekerja di bawahan pimpinan mereka lebih memilih berusahan sendiri
karena tidak mau mendapatkan tekanan dari seorang pemimpin.

Maka dari itu seorang pemimpin harus
megetahui sistem thingking dan kompleksitas. Agar mengetahui pembentuka pola
berpikir, pemimpin harus mempunyai karakter – karakter dan pola pikir ang baik
agar dapat mengetahui dan menjawab masalah – masalah yang terjadi dan dapat
mengarahkan generasi yang akan datang yang lebih bertanggung jawab lagi.

Sehingga memimpin haruslah
mempelajari sistem thingking guna mengetahui perkembangan dimasa sekarang dan
mengetahui masalah – masalah yang telah terjadi dan mengetahui juga bagaimana
memecahkan masalah tersebut agar mencapai tujuan yang di inginkan.

Sistem thingking ini juga membantu
seseorang pemimpin untuk mengetahui sumber daya yang ada sehingga mundah diatur
dan terkontrol. Dan sistem thingking ini juga sangat penting oleh pemimpin
diman sistem thingking ini merupakan sistem yang sangat membantu para pemimpin
dalam memecahkan persoalan – persoalan yang utama yang biasa di temukan dalam
bidang bisnis atau manajemen.

Sistem thingking berarti memikirkan
dan memperhatikan seluluruh komponen. Dan bagaimana seorang pemimpin
berinteraksi dengan baik baik kedapada seseorang agar mendapatkan tujuan yang
akan dicapai. Kompleksitas juga menjadi sesuatu yang membantu seorang pemimpin
saat ini untuk memimpin dimasa depan agar megetahu perkembangan teknologi,
globalisasi, pasar, perubahan budaya dan perubahan lainnya. Kompleksitas ini
juga bukan hanya membantu para pemimpin kompleksitas ini juga bisa membantu
semua tantangan – tantangan dan kesepakatan – kesepakatan yang kita hadapi di
masa seperti sekarang ini.

Pemimpin yang sangat menginginkan
untuk mengaplikasikan prinsip – prinsip dan ilmu – ilmu yang terdapat pada
kompleksitas ke organisasi atau perusahaan maka seorang pemimpin wajib berpikir
dan beraksi atau bertindak dengan mereka yang mereka lakukan pada masa lampau.

Dalam sistem thingking karakter
pemimpin haruslah yang berintegritas dan wajib bertanggung jawab. Karater pemimpin
inilah sangan dibutuhkan dimasa sekarang untuk menciptakan dan membangun
generasi penerus bangsa yang lebih baik dan menciptakan masa depan yang lebaih
baik dan pasti.

Seorang pemimpin harus bisa menjadi
penggerak roda agar dapat merubah masa lampau. Perubahan yang baik tercipta
apabila pergerakan digerakkan oleh seorang pemimpin yang baik pula. Pemimpin
yang berintegritas dan yang bertanggung jawab merupakan syrat utama untuk
mengarahkan gerak dunia saat ini. Sebagai seorang pemimpin haruslah mampu
menerima, mmperbaharui dan mentransformasi kebudayaan.

Dalam dunia yang semakin pesat
perkembangannya dan teknologi yang semakin cepat dan canggih, maka dibutuhkan
sekali seorang pemimpin yang mampu mealkukan atau melakasanakan perubahan –
perubahan yang terjadi. Sebagai pemimpin harus mempunyai kemampuan untuk
mengelola kompleksitas tersebut, karena kompleksitas tersebut jalan keluar
untuk mengarahkan perubahan -perubahan dunia ke arah yang ebih baik lagi.

Dalam pendekatan sistem thingiking
pemimpin harus mengoptimalkan karakter kepemimpinan yang transformasional padah
ranah prktis. Agar dapat diterapkan dalam mengontrol dan mengembangkan karakter
kepemimpinan seseorang.

Sebagai pemimpin juga harus memiliki kemampuan komunikasi
yang baik untuk memotivasi dan menginsipirasi orang – orang yang sedang
dipimpinnya. Pemimpin juga harus bisa menghargai dan menerima perbedaan –
perbedaan dalam hal kebutuhan dan minat. Dan pemimpin harus menyadari bahwa
adanya perubahan dalam masyarakat yang sedang terjadi. Dan mengetahui
permasalahan yang terjadi dan bisa mencari solusi jalan kelurnya untuk
permasalahan tersebut.