BAB dari sisi strategi pemasaran, maka penulis menggunakan marketing

BAB III

METODE PENULISAN

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

3.1 Waktu, Lokasi dan Objek
Penelitian

            Penelitian ini
dilakukan pada bulan Desember 2017 hingga Januari 2018. Lokasi penelitian ini
adalah di Kampus Universitas Bakrie dan Perpustakaan Daerah DKI Jakarta untuk
studi literatur, dan kawasan Jakarta Selatan untuk observasi. Untuk mendapatkan
data yang diperlukan dalam penelitian ini, penulis mengadakan observasi
terhadap masyarakat khususnya Jakarta yang mengetahui makanan khas Betawi kerak
telor.

 

3.2 Teknik Penelitian

            Teknik yang
digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik desk research atau studi literatur dan observasi. Studi literatur dilakukan dengan
metode analisis dan komparasi yang dilakukan di Perpustakaan Daerah DKI
Jakarta, dan perpustakaan Universitas Bakrie, serta observasi dilakukan di
daerah Jakarta Selatan.

 

3.4 Pengumpulan Data

a.
Data Primer

Data
primer menurut Bungin (2011) adalah data yang diperoleh dari sumber pertama di
lokasi penelitian atau objek penelitian. Data primer dalam penelitian ini akan
diambil dari hasil observasi.

b.  
Data
Sekunder

Data sekunder menurut
Bungin (2011) adalah data yang diperoleh dari sumber kedua atau sumber sekunder
dari data yang kita butuhkan. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini
berasal dari buku, jurnal, artikel online, yang dapat diunduh melalui internet
yang memiliki keterkaitan dengan penulisan.

 

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Marketing Mix Analysis 4P

Apabila
ditinjau dari sisi strategi pemasaran, maka penulis menggunakan marketing mix menurut Kotler dan Keller
(2012)  yang dikenal dengan istilah “4P”.
Adapun konsep tersebut di dalam bisnis e-keraktelor adalah berikut:

a.       
Product

Salah satu solusi yang penulis tawarkan untuk masalah potensi lokal Betawi yaitu
kerak telor yang kurang dikembangkan adalah dengan membuat sedikit inovasi
yaitu e-keraktelor. Adapun produk e-keraktelor memberikan sentuhan pada
kemasan, varian topping dan pemasaran online.
Dengan menjual produk tersebut, e-keraktelor memiliki value proposition yang unik dibandingkan dengan kompetitornya yaitu
menjual kerak telor dengan topping baru seperti kornet, sosis, nugget, dan
bakso. Untuk menambah keunikan e-keraktelor
kami menambahkan slogan “Jagonya Kerak Telor” untuk menggambarkan value proposition e-keraktelor.

b.       
Price

Penetapan harga
pada e-keraktelor mengunakaan strategi
value-based pricing dengan menghubungkan harga dengan nilai
yang diterima oleh pelanggan. Harga yang ditawarkan tentunya disesuaikan dengan
dasar harga yang ditentukan oleh jenis topping kerak telor. Namun untuk
menarik pelanggan agar lebih aware dengan produk, perlu adanya permainan harga
promo serta diskon yang diberikan. Selain itu, strategi lain dalam pemberian
harga pada produk e-keraktelor yaitu dengan menggunakan product
buddling, dimana pada waktu tertentu akan diberikan harga special pada
barang yang telah dijadikan paket. Harga e-keraktelor untuk original (non
topping) adalah Rp 17.000 untuk telur ayam dan Rp
20.000 untuk telur bebek. Harga kerak
telor dengan topping juga disesuaikan dengan harga bahan baku untuk
masing-masing daerah mitra. Serta tergantung dari ukurannya (small, medium,
large).

 

c.        
Place

Selama ini, kerak telor yang sudah ada
belum konsisten dalam menempatkan produknya. Dari observasi yang penulis lakukan,
terdapat beberapa kerak telor yang
masih berjualan dengan cara konvensional (keliling atau pangkalan), dan yang
lebih memprihatinkan, para penjual tersebut hanya berjualan pada saat event
atau festival tahunan saja. Salah satu contoh kasus tersebut adalah ketika
penulis akan melakukan observasi, sulit sekali menemukan kerak telor tersebut.
Akhirnya, kami menemukan pedagang di Taman Margasatwa Ragunan Jakarta Selatan
atas informasi beberapa masyarakat.

Dari
permasalahan di atas, penulis menawarkan e-keraktelor dengan akses pemesanan online + Go-Food. Untuk dapat memenuhi permintaan calon konsumen, e-keraktelor akan
menggandeng mitra di beberapa daerah dengan sistem joint venture. Dengan demikian, pangsa pasar akan luas dan
terbentuk strategi bisnis sarang laba-laba (spider-nest).

d.       
Promotion

Media
promosi yang penulis tawarkan untuk meningkatkan brand awareness di tengah masyarakat adalah  sebagai berikut.

·       Advertising

Salah satu media yang dapat digunakan
untuk iklan e-keraktelor yaitu media digital, yang akan dibahas lengkap pada
pembahasan digital marketing strategy.
Tidak hanya digital socmed, e-keraktelor juga
dapat menggunakan media aplikasi-aplikasi yang ada di Play Store dengan nama “E-keraktelor” seperti yang dilakukan dua jasa transportasi online terbesar di
Indonesia (Go-jek) dalam meningkatkan brand
e-keraktelor masyarakat Indonesia di awal peluncurannya.

·       Sales
Promotion

Sales promotion
merupakan salah satu cara untuk mempromosikan produk atau jasa suatu perusahaan
dengan beberapa cara seperti, memberi contoh produk atau jasa, kupon, hadiah,
dan harga promo. Strategi sales promotion yang penulis tawarkan untuk
meningkatkan brand awareness e-keraktelor adalah dengan metode Kupon
“Keep B-Food”.

Kupon
“Keep B-Food” adalah kependekan dari
“Betawi Food”. Merupakan sebuah strategi sales
promotion yang penulis tawarkan untuk meningkatkan tingkat loyalitas
konsumen e-keraktelor. Kupon “Keep B-Food” akan diberikan kepada
konsumen dengan pembelian minimal 5. Lima kupon yang terkumpul dapat ditukarkan
dengan satu porsi kerak telor ukuran normal.

·          
Corporate Design

Corporate design
dimaksudkan agar masyarakat mengingat dan dapat membedakan bisnis kita dengan
yang lain. Dalam hal ini penulis menawarkan strategi penggunaan kantong plastik
berlogo e-keraktelor dan kemasan take-away
yang menarik dan simpel (logo terdapat di bagian lampiran). Selain itu, gerobak
(outlet) dan seragam karyawan akan
disesuaikan dengan nuansa asli adat Betawi.

 

4.2 Strategi Digital Marketing E-keraktelor

Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di
Indonesia sebagian besar masih menggunakan cara konvensional. Padahal, jika
kita dapat menggabungkan UMKM dengan digital
marketing, Indonesia akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi digital
yang sangat besar di pasar global.

Sebenarnya, terdapat segelintir UMKM yang
telah melakukan pemasaran dengan cara online,
baik itu secara personal maupun bergabung dengan perusahaan e-commerce. Namun, tidak sedikit pula
yang akhirnya gugur karena manajemen yang salah dalam meng-handle sistem tersebut. Lalu bagaimana strategi digital marketing yang baik untuk UMKM?

Mengusung
konsep “AIDA” digital marketing system, penulis
mencoba memecahkan masalah yang selama ini mengganggu para pelaku UMKM e-commerce. AIDA adalah sebuah konsep
yang menitikberatkan pada “Attention
Interest Desire Action”. Yaitu dengan mengintegrasikan tiga kekuatan utama
internet saat ini, yaitu website,
email dan social media.

4.2.1 Website Strategy

            Website strategy
adalah salah satu cara yang paling lazim dilakukan oleh UMKM yang bergerak di
dalam e-commerce. Namun, dalam peta
konsep AIDA di atas, website strategy
sangat dipengaruhi oleh Great Content SEO
(Search Engine Optimazion). Artinya, website dengan konten yang kuat, akan
mudah menarik perhatian web lain
untuk memberikan link. Dalam ilmu SEO, link
dari web lain adalah kunci menaikkan pagerank web. Sama seperti brand
produknya, website kerak telor yang akan menjadi sarana pemasaran kami adalah
e-keraktelor.

 

4.2.2 Email Strategy

Email merupakan salah
satu online strategy tool yang paling
tinggi efektivitasnya dan sangat low cost.
Untuk mendapatkan database email
pelanggan, UMKM dapat menggunakan portal website
login sebagai database input.
Dengan demikian, setiap pengguna yang bersedia login ke website
e-keraktelor, akan ditampung emailnya kedalam arsip database email keraktelor. Sehingga dengan mengirim email berupa newsletter link website e-keraktelor ke seluruh database pelanggan, maka efektivitas brand sharing akan terwujud.

 

4.2.3 Social Media Strategy

            Seperti yang kita ketahui bahwa saat
ini berbagai macam social media telah
berkembang pesat. Hal tersebut dapat dijadikan sebagai peluang e-keraktelor
serta UMKM lain dalam mengembangakan sayapnya di dunia e-commerce. Mengapa
harus social media?